AMAZON.COM

Sabtu, 14 Juni 2014

MOVE ON -Bukan Sebuah Puisi, Hanya Rangkaian Kata-kata untuk Menyadarkan Diri-

harus move on!

Patah hati, semua orang pasti pernah merasakannya. Begitu banyak puisi yang menggambarkan tentang sakitnya patah hati. Tapi dalam tulian kali ini, tidak ada puisi hanya ada rangkaian kata-kata untuk menghibur diri. Move on, istilah yang sudah menjadi trend di deretan menusia patah hati. Dan mungkin memang itulah yang bisa menyembuhkan hati dan menghibur diri
Saat yg berharga pergi dari hidupmu, menangislah. Tapi setelah itu lepaskan, tinggalkan dan iklaskan. Pergi, bukan berarti akhir, tapi sebuah awal dari lembaran baru. Jangan terus menyalahkan diri, dia pergi bukan berarti kamu tak bisa menjaga, melainkan dia yg tak sanggup bertahan. Tak ada gunanya menatap punggungnya dari kejauhan dan berharap dia akan berbalik. Kamu tau, kamu lebih kuat dari itu, berdiri, bangkit dan berpalinglah. Dicampakan olehnya memang sakit, tapi cukup sampai disitu, jangan biarkan kamu menyakiti dirimu sendiri dengan memohon dan bertekuk lutut dihadapannya, yang ada tak hanya dirimu yg sakit, tapi harga dirimu akan ikut terluka. Kamu seharusnya sadar dia mampu melepas dan mencampakanmu dengan mudah, seharusnya kamu juga melakukan hal yang sama bukan malah berjuang mempertahankannya.
Kamu pikir, apakah akan berhasil jika yang berjuang hanyalah dirimu? Apakah kemampuanmu cukup untuk mengembalikan semuanya? Sadarlah, sudah terlalu lama kamu bermimpi, sudah terlalu banyak film FTV berakhir ‘Happy Ending’ yang kamu tonton. Sudah terlalu banyak kamu membaca novel romantisme dan segala kebahagiannya. Sekuat apapun kamu mencoba tetap takkan berhasil jika hanya kamu yang berjuang sedangkan disisi lain lebih memilih diam dan pergi.
Kenangan? Yap. Mengingatnya memang menyedihkan. Kamu mungkin, akan masih membaca surat cinta yang pernah dia kirimkan untukmu, masih membaca chattingan kamu dengannya, dan mengunjungi beberapa tempat bersejarah bagimu dan dirinya. Wajar saja, dengan catatan, hal yang kamu lakukan masih diambang batas kenormalan. Karena bagaimana pun, kenangan tinggallah kenangan, masa lalu tinggallah masa lalu. Bumi masih terus berputar, hari masih terus mengejar minggu, jam di dindingmu masih akan terus berdenting. Satu hal yang harus kamu camkan baik-baik. Kamu hidup dihari ini. Kengan dan masa lalu ada hanya untuk diingat dan untuk dijadikan pelajaran, bukan untuk kamu jalani. Jadikan ini sebagai batu loncatan dengan begini kamu akan belajar mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirimu, membuat dirimu menjadi jauh lebih dewasa. Hidupmu masih panjang, ibarat sebuah novel masih banyak chapter-chapter selanjutnya harus kamu isi.
belajar untuk tidak sakit hati
Mulai dari hari ini cobalah langkahkan kakimu dan berkata pada dirimu sendiri “Sekarang sudah saatnya saya bahagia”


NB: Tulisan ini dibuat untuk mereka yang tidak bisa menghibur diri mereka sendiri, untuk mereka yang terus membuat/mencari puisi yang isinya sesuai dengan isi hatinya yang hancur. Untuk mereka yang lebih memilih untuk tinggal, diam dan menunggu. Mereka yang percaya dengan harapan kosong.

0 komentar:

Posting Komentar