AMAZON.COM
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 November 2014

-Puisi- Yang Tak Kau Tau

Kau takkan pernah tau seberapa sakitnya aku melihatmu menangis
Kau takkan pernah tau seberapa dalam kasihku untukmu
Yang kau tau hanyalah...
Aku bukan yang kau inginkan,
Aku bukan yang kau harapkan.
Tapi ada satu hal yang kuingin kau tau..
Selama apapun,
Sesakit apapun
Aku akan tetap ada untukmu..
Pergilah kasih, pergilah...
Carilah pujaan hatimu seperti yang kau mau,
Kelilingilah dunia sesukamu untuk menemukan seseorang yang kau cinta
Namun aku ingin kau menggengam catatan..
Saat kau lelah mencari,
Saat hatimu penuh goresan luka
Kembalilah padaku..
Aku akan setia menunggumu..
Karena yang aku tau adalah
Aku mencintaimu dan kau akan tetap menjadi milikku..

Mungkin Aku.. -PUISI-


Kau menjauh di saat aku  mencoba mendekat
Kau mulai meruntuhkan di saat aku mulai membangun
Kau berhenti menatap saat aku ingin menyapa
Kau berhenti menunggu di saat aku mulai bergerak
Layar ponselku berhenti menampilkan namamu di saat aku mulai menanti
Kau hanya ingin bermain-main
Atau..
Aku salahku yang tak pernah menganggapmu serius?
Kau yang terlalu mudah menyerah,
Atau..
Aku yang terlambat menyadari?
Kau mungkin menderita
Namun apakah kau tak melihat kelopak mataku membengkak?


Lubang kehampaan, 21 November 2014

Rabu, 03 September 2014

-PUISI- Hanya Rangkaian Kata dari Seseorang yang Putus Asa

Entah sudah berapa banyak kata 'Andai' yang keluar dari mulutku.
Sudah lelah aku menghitung kata 'Seharusnya' yang mereka teriakkan padaku.
Aku tak tau apa yang terjadi, cobaan ataukah karma?
Aku tak tau apa yang harus aku lakukan,
Bertahan dan terus berjuang
Atau...
Memutar balik dan mencari jalan yang lain?
Bahkan aku tak bisa menebak,
Ini semua terjadi karna cintaNya
Ataukah...
Karna murkaNya?
Yang jelas penyesalan terus datang mencekik dan menekanku.
Hanya itu yang aku tau.
Saat melihat mereka,
Bibirku menggoreskan senyum,
Namun hatiku terus mengutuk diriku sendiri.
Aku takut jika aku mengambil langkah kedepan, tapi pandanganku tetap melihat jauh kebelakang.
Harapan?
Mungkin yang aku punya hanya sebagian.
Yang lain sudah terkikis oleh kecerobohan dan kebodohan.
Cinta?
Bagaimana bisa orang lain mencintai diriku, aku saja muak melihat diriku sendiri.

-Lubang Harapan, 30 Agustus 2014-

Jumat, 27 Juni 2014

PUISI -Cara Terbaik Mencintaimu (Munafik)-


Dekat tapi tak bisa bersatu
S’lalu bersama tapi tak pernah menyatu
Waktu menghidar, tak rela bila harus menjadi kambing hitam
Keadaan pun tak mungkin kuminta pertanggungjawaban
'Aku mencintaimu' adalah alasan yang memang tepat untuk dipersalakan
Aku, jatuh dihati yang salah
Hati yg terlarang untuk kumasuki
Hati yang telah kau tutup dan kaukunci
Hati yang telah benar-benar terisi

Namun, meski begitu
Namamu yg terukir abadi di hatiku
Takkan kubuang dan kutinggalkan
Perjuanganku s’lama ini, akan aku jadikan kenangan dan bukti kesetiaan
Jangan tanya kenapa
Dan jangan memintaku untuk berpaling dan mencari yang lain
Karena rasaku abadi
Cintaku abadi
Dan diriku terlah terbelenggu
Biarkanlah aku begini
Kesendirianlah yg membuatku merasa 'diriku'
Rindu yang tak ada habisnya, membuat diri ini merasa hidup
Kobaran api cemburu melihatmu bersamanya membuktikan bahwa aku, juga memiliki hati

Aku memang terlahir untuk mencintaimu,
Bukan untuk memilikimu

Membiarkanmu bahagia tanpa diriku, merupakan cara terbaik untuk mencintaimu saat ini..

Selasa, 03 Juni 2014

PUISI -Biarkan Mati-


Tak taukah kau sekeras apa aku berjuang?
Tak mengertikah kau seberapa gigih aku berusaha?
Tak sadarkah kau keacuhanmu membuatku terluka?
Tak bisa kah kau sekali saja menganggapku ada?
Aku terlalu sabar atau terlalu bodoh?
Menunggu seseorang sepetimu
Yang memanfaatkan cintaku
Memperbudak perasaanku
Mempermainkan rasaku
Siapa?
Siapa aku dimatamu?
Siapa aku bagimu?

Aku adalah luka yang kau biarkan menganga
Aku adalah rasa perih yang kau biarkan meradang
Aku adalah rasa sakit yang kau biarkan sekarat

Biarkan rasa ini mati dalam kehampaan
Terbakar  dalam kehinaan
Aku akan membunuh cintaku
Merobek hati yang bertuliskan namamu
Akan kualirkan darah kebencian
Aku berdoa agar karma kelak datang padamu

Karma yang membuatmu sengsara
Kau akan lelah menari
Kau akan lelah mencari
Canda tawamu menjadi hambar
Permainan cintamu menjadi sangat membosankan
Kebahagianmu akan memudar dan menghilang
Dan saat itu tiba
 Mungkin aku telah memaafkanmu, masih menunggumu disini, kembali padaku
Atau..
Aku mungkin akan tertawa, bersyukur atas kesengsaraanmu dan menemukan cinta yang baru


Thanks yang udah mampir...
Jangan lupa mampir dibeberapa cerpen saya.