Tak taukah kau sekeras apa aku berjuang?
Tak mengertikah kau seberapa gigih aku berusaha?
Tak sadarkah kau keacuhanmu membuatku terluka?
Tak bisa kah kau sekali saja menganggapku ada?
Aku terlalu sabar atau terlalu bodoh?
Menunggu seseorang sepetimu
Yang memanfaatkan cintaku
Memperbudak perasaanku
Mempermainkan rasaku
Siapa?
Siapa aku dimatamu?
Siapa aku bagimu?
Aku adalah luka yang kau biarkan menganga
Aku adalah rasa perih yang kau biarkan meradang
Aku adalah rasa sakit yang kau biarkan sekarat
Biarkan rasa ini mati dalam kehampaan
Terbakar dalam kehinaan
Aku akan membunuh cintaku
Merobek hati yang bertuliskan namamu
Akan kualirkan darah kebencian
Aku berdoa agar karma kelak datang padamu
Karma yang membuatmu sengsara
Kau akan lelah menari
Kau akan lelah mencari
Canda tawamu menjadi hambar
Permainan cintamu menjadi sangat membosankan
Kebahagianmu akan memudar dan menghilang
Dan saat itu tiba
Mungkin aku
telah memaafkanmu, masih menunggumu disini, kembali padaku
Atau..
Aku mungkin akan tertawa, bersyukur atas
kesengsaraanmu dan menemukan cinta yang baru
Thanks yang udah mampir...
Jangan lupa mampir dibeberapa cerpen saya.
1 komentar:
puisinya bagus mba, ide nya brdasarkan pengalaman ya? hehe
(lukaririnki todoshi ridoteka)
Posting Komentar